Mari Kita Hentikan Tangisan Ibu Dewi Tunjung

Posted in Uncategorized on Desember 8, 2008 by septiawan

Minggu lalu, saya jalan-jalan ke Pasar Johar (Semarang). Rencananya, aku hendak membeli batik untuk ibuku di kampung halaman. Ketika tiba di sana aku terkejut sekali. Yang kujumpai malah batik “made in China”.

Masuknya batik buatan Cina yang membanjiri Jakarta bukanlah berita baru. Tetapi kenyataan masuknya batik Cina ke sentra penjualan batik lokal baru saya ketahui saat itu. Air mata saya menetes hari itu. Jika batik Cina sudah sampai ke Pasar Johor, lalu bagaimana dengan pasar-pasar lain. Bagaimana dengan nasib pengrajin kecil?

“Produk tekstil Cina ini berusaha meniru budaya tradisional asli Indonesia,” kata Ketua Paguyuban Pencinta Batik Indonesia Bokor Kencono, Diah Wijaya Dewi. Dampak membanjirnya batik asal China ini sudah dirasakan pengusaha batik yang biasa memasukkan produknya ke pasar tradisional. “Salah satu pengusaha batik cap asal Pekalongan sudah ditolak produknya untuk masuk ke Pasar Johar karena para pedagang sudah memasok batik asal China ini,” ujar wanita yang kerap dipanggil Dewi Tunjung ini.

Suhartini, penjual batik di Pasar Johar mengakui, mendatangkan batik Cina sejak Febuari dan langsung menyetop penjualan batik asal Pekalongan dan Solo. “Soalnya bahannya lebih bagus, lebih murah, lebih laku dan ketika dicuci tidak luntur” katanya.

Potret di atas adalah salah satu gambaran permasalahan perlindungan budaya di tanah air. Cerita ini menambah daftar budaya indonesia yang diklaim oleh negara lain, seperti Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange, Kerajinan Perak Bali dan lain sebagainya. Saya sadar bahwa diam tidak akan memberikan penyelesaian. Kita harus bangkit dan melakukan sesuatu.

Kemarin saya mendengar tentang upaya perjuangan yang dilakukan IACI <www.budaya- indonesia. org>. Saya tertarik dengan ide gerakan tersebut. Beberapa kali saya melakukan korespondensi via email ke IACI. Saya merekomendasikan kepada teman-teman untuk mendukung perjuangan tersebut. Secara garis besar, ada tiga bentuk partisipasi yang dapat kita lakukan.

Pertama, mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum. Kepada rekan-rekan setanah air yang memiliki kepedulian (baik bantuian ide, tenaga maupun donasi) di bagian ini, harap menggubungi IACI di email: <office@budaya- indonesia. org>

Kedua, mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia. Perlindungan hukum tanpa data yang baik tidak akan bekerja secara optimal. Jadi, jika temen-temen memiliki koleksi gambar, lagu atau video tentang budaya Indonesia, mohon upload ke situs PERPUSTAKAAN DIGITAL BUDAYA INDONESIA, dengan alamat <www.budaya- indonesia. org>. Jika Anda memiliki kesulitan untuk mengupload data, silahkan menggubungi IACI di email: <office@budaya- indonesia. org>

Ketiga, melakukan kampanye secara online. Saya memohon bantuan rekan-rekan untuk mendukung perjuangan ini di dunia maya. Misalnya dengan menyebarkan pesan ini ke email ke teman, mailing-list, situs, atau blog, yang Anda miliki. Mari kita selamatkan budaya Indonesia mulai dari komputer kita sendiri.

- Ayu Nata Pradnyawati

why loves jogja……??

Posted in Uncategorized on Desember 1, 2007 by septiawan

Dear All,

Tell us Why LoveS JogjA….??

ini saya copy+paste dari buletin board di friendster… sangat menarik…

suka jogja karena……
Message:Lea :
karena di jogja banyak bgt warnet murah meriah buat maenan friendster.com…

:: jay ::.
S3deRHanA….banget!!!
Aku juga suka karena orangnya cuek abizzz, g bakalan ada yg menghina kmu pake kaos, sendal butut, celana sobek.terserah kmu deh…
What ’bout U…???

****ultraman a.k.a hrz a.k.a
BJGNterhormat****
wedewww…. opo yoh?? coz… ummm… hmmmm… emmmm… coz berhati nyaman wae lah… asleeee…. lagi g bisa berkata2…

jenx_miauw^
tenang, kalem, santai, natural… (belakngan niy gag dhing)…. banyak histori, nostalgia, n memori yang ahem di sinii….
luv jokja n u dah!!

+ shogie ubUr +
karena di djogdja masih ada aku.

:: titin ::
karena djogdja adalah salah satu kepingan dari puzzle kehidupanku… kota di mana aku banyak belajar tentang hidup… belajar tentang arti cinta… berbagi dan mengerti arti sebuah persahabatan….dan di kota ini lah…aku (mungkin) akan menghabiskan sisa usiaku kelak.. bersama orang yang kucintai…. love djogdja forever…..

-and-
krn ak benci jakarta

efve bangeeetz:
that’s the place where i spent most of my life…my lovely jogja…my family, my strength…

-KaHLiL-
separuh nafasku

;-) Mila ;-)
Wah Yogja TOP banget. Itu loch lalu lintasnya tertib banget, ga ada apa2nya ma JKT, da tau merah masih aja nyerobot. Pokoknya Yogja…………. Yogja……. my love story …. Yogja……. masqu

# ERI
1. suasana paginya nga ada yg ngalahin, makan di pinggir jalan, lihat mbok2 bawa bakulan, dll..
2. tempat pertama gue daftar2 kuliah dan hampir ketinggalan bis di terminal sama si cacinx keparat…hahaha eh malah dia yg terdampar di jogja akhirnya.
3. murah (becak, kost, makanan).
4. tempat paling pas nyari barang antik !

Della
indonesia banget……..

nyeu :
there’s just too much that time cannot erase…

-=-Rudy-=-
Cinta yang saat ini gw jalani bermula dari Jogja…sekarang sich blom selesai… smoga
berakhir di pelaminan.. amienn masih lamaaaaaaa
hehehehehehehehehe
miss u hanih.. kalo pulang jangan lama donk kangen nechhh…

-= mUp =-
Coz di Jogja ada SOMEONE yang mengubah cara pandangku dalam menyikapi hidup. Tapi ternyata sekarang dia telah pindah ke Semarang. Wuaaaaaaa jadi gak suka jogja lagi dong???
Gak juga, karena kota kedua setelah Pati adalah JOGJA.
Too Many Thing in this Town! Thats All.

L!^
Makanannya macem-macem dan murah-murah, pernak-perniknya lucu2..orang-orangnya juga
lucu ^_^

*anta*
…miss my friends there ;)
senang melihat dan menikmati mereka berkarya suasananya juga nyaman..ngangenin :D

Lisa:
Jogja, never ending asia….jagain cowok gw ya!

*** Deden*** :
suka karna di sini lah mau tdk mau saya hrs tinggal utk menunaikan tugas negara dari
ayah bunda ckckck…anyway…jogja keren karena ada nasi “kucing” yg menolong di saat kepepet :P ~, santai and byk temennnnnnn seperjuangan dan senorak…hohohoho

#Dana#
jalan kaki malem2 nyusuri Malioboro and nongkrong di alun2 minum ronde… ga ada
tandingannya di seluruh dunia deh!!! Well… so many memories left,just like my life’s stopping there.

~~~HeNNy~~~
tempat punya banyak temen…trus tempat pertama kali ketemu koko fredy….tempat belajar….jalan2 di malioboro….makan di warung tenda depan fakultas biologi…..jalan2 di kaliurang….menyusuri parangtritis…pokoknya unforgetable deh…. jogja is my home town….my real home town..

-3ton-
g abisin idup g 4 tahun di jogja…. wes pokoke jogja uasik tenan…

Sarimin

Posted in curahan jiwa on November 27, 2007 by septiawan

sarimin.jpg

Akhirnya jadi juga nonton Sarimin…….. walau tanpa rencana , eh tetep juga kelakon. Sampai Purna Budaya agak kesel juga ama CALO……. tiket 30rb dijual ampe 60 rb……. Untung berkat kelihaian dalam berbahasa JAWA , akhirnya dapat juga tiket walau harus nambah goceng.

Pentas dibuka lagu Juwita Malam, yg nyanyi kalau ga salah abang DJaduk……… tak lama kemudian si Tukang Cerita dateng juga……. Repertoar diisi dengan banyolan2 seger khas jogja….. Si Butet sempet nyindir juga Bupati Sleman….yang kebetulan nonton.

berikut petikan ceritanya :
Sarimin, seorang tukang topeng monyet keliling, diperankan Butet Kartaredjasa. Suatu hari menemukan sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP). Karena Sarimin buta huruf, ia tidak bisa membaca informasi yang tertera pada KTP tersebut dan memutuskan untuk menyerahkannya kepada polisi.
Namun, polisi yang bertugas tak menghiraukannya dan terus mengetik tugas-tugasnya yang berjibun. Banyak tugas yang lebih besar dan penting yang harus dilakukan polisi daripada melayani ”wong cilik” macam Sarimin.
Sarimin pun dibiarkan bertahun-tahun menunggu hingga satu saat seorang petugas menegurnya dan menanyakan urusannya. Sarimin yang berniat menyerahkan KTP yang ia temukan tersebut, ternyata malah dituduh mencuri dan berniat melakukan pemerasan karena ternyata KTP tersebut milik seorang hakim agung. ”Kamu bisa dikenai pasal 322 dan pasal 368 lho. Tentang pencurian dan pemerasan!” tegas polisi tersebut.
Meski mati-matian menolak tuduhan tersebut, Sarimin pun tetap dijerumuskan dalam bui. Binsar, seorang pengacara yang membelanya justru menyarankan Sarimin untuk mengaku bersalah… Ada satu kejadian yang lucu , ketika si Binsar tiba2 menerima telp dari ceweknya…… (” Abang Binsar lagi nrima klien ,sayank. Sayank ,check-in dulu aja ya “) Binsar dalam cerita tsb diibaratkan sebagai lawyer dari Sumatra dengan gaya dandanan maaf mirip H#tm# H#t#pe# lengkap dengn kalung Blink2-segala, , ada celotehan yang cukup lucu ketika binsar ditanya oleh Djaduk , marganya apa? binsar jawabnya cukup cerdas , karena takut disomasi dia akhirnya jawab ” yang pasti marga saya bukan Koesoediharjo “

Nasib buruk Sarimin adalah gambaran hidup ”wong cilik” di Indonesia. Tertindas, tak punya pilihan, dipermainkan dan dimiskinkan secara struktural.
Dalam pergelarannya, Butet dengan lincah berganti-ganti peran: menjadi Sarimin, polisi, dan pengacara Binsar. Semua tokoh ia hidupi dengan interpretasinya. Ketakberdayaan Sarimin, arogansi polisi dan pengacara yang hanya mencari nama pun tersaji apik penuh banyolan khas Butet. Penonton pun terpingkal mendengar celetukan-celetukannya.

Konser yang berdurasi dua jam ini penonton diajak untuk berkaca: Inilah potret hukum di Indonesia. Kita semua diajak untuk merenung apa yang sedang terjadi di Bumi yang Amat Kita sayangi Ini.

Sekedar catatan : tiket untuk ukuran jogja memang agak mahal…….tapi pertunjukan Sarimin , worthed dengan harga tiket……

How to express my mind………..

Posted in curahan jiwa on November 23, 2007 by septiawan

Sekiranya seorang manusia dipanggil sebagai seorang penyapu sampah, dia harus menyapu sama seperti Michelangelo melukis atau Beethoven memainkan musiknya, ataupun Shakespeare menulis puisinya. Dia harus menyapu dengan begitu baik sekali sehingga semua yang terdapat di surga dan dunia akan berhenti dan berkata disinilah tempat tinggal seorang penyapu sampah yang paling hebat, yang telah melakukan kerjanya dengan baik sekali.